Seminggu yang lalu dosen MSDM saya menanyakan suatu hal yang cukup menggelitik. Kita diminta mendaftar budaya-budaya apa saja yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Terus terang, yang terlintas di benak saya hanya budaya bangsa yang jelek-jelek saja:bodoh, miskin, ngaret, koruptor, dll. Beberapa kawan menyebutkan beberapa hal yang baik seperti: religius, ramah, dll. Agak melegakan sih, ternyata ada juga budaya baik yang dimiliki bangsa ini. Setelah semua di-list, dosen kami mengkritisi sifat-sifat baik yang dimiliki bangsa ini. Apakah benar bangsa ini ramah, sementara di jalanan ibu kota ini kita jarang menemukan orang yang tersenyum kepada kita? Apakah benar bangsa ini religius, sementara korupsi merajalela? Apakah benar bangsa ini toleran, sementara di jalanan raya, sepertinya kita sulit menyebrang karena jarang orang yang mau memberi jalan buat kita?
Kritisi tersebut mengiris hatiku. Memang dibenakku sulit mencari sifat-sifat baik yang dimiliki bangsa ini. Coba kita lihat disekitar kita. Syaa merasa bahwa bangsa ini sedemikian miskinnya hingga untuk di jalan saja banyak yang seenaknya mengambil jalan orang, atau banyak juga yang pelit memberikan jalan bagi orang lain. Sedemikian miskinnya sehingga tidak tau malu menyerobot antrian busway, tanpa perduli bahwa ada orang lain yang terlebih dahulu mengantri.
Kita tidak usah membicarakan kemiskinan bangsa ini dari segi statistik. Secara statistik, tingkat kemiskinan bangsa ini sudah mancapai tingkat yang menyedihkan. Coba bayangkan jika tingkat kemiskinan juga mengukur tingkat kemiskinan mental bangsa ini. Mungkin angkanya sudah mendekati 100%…. 😥

Iklan