Lho? Kok orang sombong layak dikasihani? Padahal orang sombong itu kan justru orang yang layak untuk kita injak-injak, dijauhi, pokoknya kalo diancurin aja deh! Hari ini saya ngerasain betapa menyebalkannya melihat orang sombong. Mungkin dia tidak secara vulgar sombong. Sering orang bersombong ria dengan cara merendahkan diri meningkatkan kualitas. Gayanya sok-sok nggak bisa, tapi sebenernya secara nggak langsung nunjukin kalo dia bisa and kelihatannya bener. Oknum yang sama pula dulu pernah menunjukkan kesombongannya denga cara lain. Dia pernah bilang kalo salah satu dosen kita nggak suka jawaban yang panjang-panjang. “Ya gua jawab pendek-pendek aja tuh. Ya akhirnya gua nilai tertinggi tuh di kelas”. Kebayang nggak sih rasanya pengen nonjok orang yang ngomongnya kayak begini?

Akhirnya saya teringat kata-kata Gede Prama di salah satu radio swasta di Jakarta. Dia bilang bahwa orang sombong itu sebenernya orang yang patut dikasihani di muka bumi ini. Kenapa? Karena biasanya orang sombong adalah orang yang banyak kekurangannya. Kembali ke oknum yang saya omongin tadi. Dia memang bukan orang yang tampak sedap dipandang mata. Inteligence-nya nggak cukup tinggi untuk dibilang cerdas.Di antara penerima beasiswa yang sama, dia harus puas di urutan kedua terbawah untuk urusan IP. Dan itupun nyaris kena batas minimum IP. Kebaikannya? Juga nggak bisa dibanggakan. Orangnya cuek banget. Nggak pernah terlihat mau berbagi. Sorry kata sih, saya nggak (mungkin belum kali ya?) menemukan hal yang bisa dibanggakan dari oknum ini. So… justru sebenernya dia layak dikasihani kan?

Iklan