Good To Great
Good is the enemy of great
Buku ini merupakan salah satu buku “wajib” yang dibaca oleh top executive. Tedi Rahmat, mantan CEO Astra pun selalu merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh rekan-rekannya. Seperti halnya buku-buku bermutu lainnya, buku karangan Jim Collins ini merupakan hasil penelitiannya  terhadap 28 perusahaan dari  1400 perusahaan yang disaring .

Buku ini berusaha menjelaskan beberapa alasan mengapa hanya beberapa perusahaan tertentu yang berhasil melakukan lompatan dari sekedar ‘baik’ menjadi ‘hebat’. Sedangkan kebanyakan perusahaan tidak bisa mencapai tingkat ‘hebat’ karena mereka merasa sudah ‘baik’. ‘Hebat’ di sini adalah nilai hasil saham kumulatif yang jauh melampaui perusahaan-perusahaan pembandingnya. Maksudnya adalah, jika kita menanamkan US$ 1 di perusahaan ‘hebat’ di tahun 1965, maka  di tahun 2000 dana kita akan meningkat 471 kali, dibandingkan dengan kenaikan “hanya” 56 kali dalam pasar. Bandingkan pula apabila kita menanamkan uang sebesar US$1 di tahun 1985 di General electric yang dianggap sebagai perusahaan Amerika terbaik, maka di tahun 2000, kita kenaikan dana kita hanya 2,8 kali saja.

Perusahaan-perusahaan yang diteliti adalah perusahaan-perusahaan yang beberapa saja mungkin familiar bagi kita, yaitu: Abbott, Circuit City, Fannie Mae, Gillette, Kimberly-Clarck, Kroger, Nurcor, Philip Morris, PItney Bowers, Walgreens, Wells Fargo.

Berikut beberapa alasannya sebuah perusahaan yang berhasil melakukan tranformasi dari ”Good” menjadi ”Great”.:

 1. Level 5 Leadership (Kepemimpinan Tingkat 5)
Pemimpin tingkat 5 tidak terlalu menunjukkan dirinya bahwa dia adalah seorang dibalik kesuksesan organisasinya. Sebaliknya, pemimpin tingkat 5 merupakan perwujudan pribadi yang rendah pribadi dan kemauan profesional. Mereka ambisius tetapi ambisius pertama dan utama untuk perusahaan, bukan untuk kepentingan pribadi.

2. Pertama siapa? Lalu apa?

 Para pemimpin tingkat 5 memulai transformasi dengan langkah awal menentukan, merekrut dan memilih orang yang dan menyingkirkan orang yang tidak cocok. Setelah orang yang tepat didapatkan baru secara bersama-sama ke arah mana akan dituju.

3. Mampu Menghadapi Kondisi Ekstrem atau Brutal

 Perusahaan yang ”Great” mampu membalikkan keadaan setelah mengalami kejatuhan. Bagaikan bola yang jatuh ke lantai, dia akan kemabli ke atas melebihi posisi awalnya. Perusahaan yang seperti itu memiliki keyakinan yang kuat akan menang dan pada waktu yang sama mereka mampu menghadapi fakta paling brutal seperti apa pun keadaannya.

4. Konsep Landak (Fox vs Hedgehog)

 Merupakan konsep tiga lingkaran yang saling berpotongan meliputi bidang apa yang amat anda minati (passion), apa yang menggerakkan mesin ekonomi anda, di bidang apa anda dapat menjadi paling baik di dunia. Konsep landak adalah sebuah pemahaman atas perpotongan ketiga lingkaran tersebut.

Penjelasan dari ketiga prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut :

 1. Passion. Lakukan hal atau bidang yang benar-benar anda cintai. Bukan mencintai apa yang anda lakukan.
 2. Lakukan apa yang bisa anda lakukan lebih baik bahkan paling sekian banyak orang. Kebanyakan kita berprilaku seperti serigala yang sering melakukan dan menyukai berbagai hal sehingga tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk mengerjakan hal-hal tersebut.
 3. Focus pada keunggulan. Landak sangat sadar bahwa dia memiliki berbagai kelemahan, namun Landak juga sadar memiliki satu keunggulannya yang tidak dimiliki hewan lain yaitu memiliki duri yang tajam.Landak hanya fokus untuk memaksimalkan keunggulannya untuk memenangkan persaingan.

Implementasinnya, perusahaan ”Great” akan fokus pada satu bisnis utama yang menjadi passion mereka, melakukan yang terbaik dibidangnya dengan dan fokus memanfaatkan betul keunggulannya tersebut. Sedangkan perusahaan yang serakah akan dengan gampangnya membuka bisnis di bidang yang lain sehingga apa yang meraka lakukan tidak maksimal.

5. Budaya Disiplin

 Hasil hebat yang berkelanjutan tergantung pada membangun budaya yang penuh dengan orang disiplin, konsisten dengan konsep tiga lingkaran serta tidak serakah atau tergiur dengan hal-hal di luar lingkaran tersebut.

6. Teknologi Pemercepat

 Perusahaan ”Good to Great” tidak memulai transformasinya sebagai pelopor dari kemajuan teknologi. Namun mereka semua menjadi pelopor dalam menggunakan teknologi yang benar-benar tepat dan cocok dengan kondisi perusahaan mereka.

7. Roda Pengatur

Perusahaan ”Good to Great” tidak pernah memiliki suatu peristiwa sebagai momentum transformasi mereka. Mereka hanya bekerja keras, terus-menerus, dari waktu ke waktu seperti halnya roda yang terus berputar. Pihak luar akan melihat bahwa mereka telah melakukan pencapaian tertentu melalui sebuah kerja keras yang konsisten dilaksanakan.
Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Versi Indonesia sudah dapat diperoleh dengan harga kurang dari Rp 100.000, namun sayang terjemahannya kurang nyaman dibaca. Di Amazon bisa diperoleh dengan harga US$ 17,99 belum dengan ongkos kirim. Sementara di toko buku asing di Jakarta, buku ini bisa ditebus dengan harga 300 ribu-an. Versi e-book (pdf) dengan harga terjangkau juga sudah dapat diperoleh di noblegrey.tokopedia.com
Iklan