Demam merupakan momok yang sering kita hadapi. Permasalahan klasik adalah kita kerap bingung memilih akan mengkompres si kecil menggunakan air dingin atau hangat, serta cara mengkompres yang seharusnya.
 
Di dalam otak kita, terdapat suatu termoregulator yang berfungsi mengatur suhu tubuh. Apabila sedang demam, maka reseptor di kulit akan mengirimkan pesan ke pusat termoregulator yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan “pendinginan”… karena itu biasa kita berkeringat bila udara di sekitar panas.
 
Hal sebaliknya terjadi apabila udara di sekitar kita dingin. Pusat termoregulator akan memerintahkan tubuh untuk “menghangatkan tubuh” dengan cara menggigil.
 
Apabila demam, maka suhu tubuh meningkat, dan sebaiknya kita memberikan kompres dengan air hangat agar “pesan” yang diterima pusat regulator menjadi benar dan tubuh melakukan mekanisme pendinginan.
 
Hal ini tidak terjadi apabila kita memberikan kompres dengan air dingin, karena pesan yang diterima menjadi berbeda. Pada umumnya setelah kompres dingin, suhu tubuh akan turun sesaat, namun kembali akan meningkat, karena termoregulator beranggapan suhu tubuh kita dingin.. sehingga demam akan kembali terjadi lebih cepat.
 
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan kompres
 
• Gunakan air hangat, atau setidaknya air keran masih diperbolehkan. Jangan menggunakan air es, air dingin, es batu, atau alkohol untuk menurunkan suhu tubuh.
 
• Lakukan KOMPRES AKTIF. Jangan hanya meletakkan kain basah di dahi si kecil.
Lakukan dengan membasuh dengan kain basah hangat pada seluruh tubuh si kecil, TERUTAMA pada lipat ketiak dan lipat paha.
 
Bila telah dibasuh, segera keringkan dengan lap kering. Lakukan berulang-ulang hingga kurang lebih 10 menit. Hal ini akan membantu menurunkan suhu tubuh si kecil.
 
dr Edward Surjono, Sp.A
Pediatrician – lactation councellor
Staf Pengajar FKUAJ
RS Grha Kedoya
Healtykids

Iklan