Teman2 pemakain twitter dan biasa berjibaku dengan kemacetan pasti mengenal dengan account infolalulontas (@infoll) dan account informasi tentang lalu lintas lainnya seperti @lewatmana, atau @TMCpoldametro. Pada mulanya account favorit yang digunakan adalah ketiga account tersebut. Saya melihat, bahkan account @infoll sangat mendominasi. Account ini bahkan cenderung arogant, karena untuk memberikan info di account ini, hanya bisa melalui mekanisme DM, di mana untuk melakukannya, account kita harus di-follow oleh @infoll. Ini berbeda dengan @lewatmana yang cukup melakukan mention saja utk memberikan informasi. Saya bahkan pernah di-unfollow oleh sebab yang saya tidak ketahui. Mungkin karena saya pernah memberikan info yang memuat kata: “pamer paha”.
Di tengah jalan, @infoll melakukan inovasi dengan memberikan aturan/sintaks penulisan baku dalam memberikan informasi jalan raya. Tujuannya sih bagus, supaya penulisan lebih praktis, dan informasinya juga lebih mudah dibaca. Efek lainnya adalah informasi di websitenya (www.infolalulintas.com) juga lebih mudah dibaca karena menggunakan informasi warna yg lebih eye catching.
Namun, ternyata hal tersebut mendapat tentangan dari penggunanya. Banyak yg protes karena sintaksnya dianggap tidak fleksible. Ini yang memaksa admin-nya (yang awalnya keukeuh menggunakan aturan baru tersebut), akhirnya memberikan kebebasan lagi kepada penggunanya, untuk memberikan laporan tanpa aturan sintaks tertentu. Melihat account ini sudah mulain “ditinggalkan” oleh banyak followernya, sang admin melakukan segala upaya. Salah satunya adalah dengan memberikan informasi mengenai perubahan tersebut kepada followernya, dan melakukan follow back langsung tanpa perlu meminta utk di-folbek.
Namun hal ini sudah terlambat. Sebagian besar pengguna sekarang lebih beralih menggunakan @lewatmana dan @RadioElshinta. Bahkan untuk yang pasif lebih memilih @NTMCLantasPolri. Sungguh sangat disayangkan, inovasi yang awalnya ditujukan demi customernya justru mendapatkan tentangan, bahkan menyebabkan @infoll ditinggalkan customernya. Ini terjadi karena @infoll tidak menyadari bahwa bangsa ini walaupun sudah mampu menggunakan perangkat canggih, tapi mentalnya masih tidak suka akan perubahan.

Iklan