Pernah nonton film Troy? Agamemnon berusaha mati-matian merebut kota Troy selama sepuluh tahun, dan nyaris putus asa. Namun untuk dia memiliki seorang “Big Thinky Head” yaitu Odysseus yang memiliki ide untuk masuk ke dalam kota Troy menggunakan kuda kayu, sebagai hadiah untuk kota Troy. Ide kuda Troy ini merupakan Big Think yang mengalahkan “Small Think” milik Agamemnon yang putus asa digunakan untuk menyerang kota troy. Hanya dengan semalam, Big Think tersebut dapat menaklukkan kota Troy. Bernd H. Schmitt menggunakan ilustrasi Kuda Troy tersebut sebagai sebuah Big Think strategi.
Saya mulai membaca buku ini setelah berjibaku ujian SPPK dan mengerjakan tugas manajemen stratejik pada pukul 10 malam. Mulanya hanya iseng saja. namun gaya bertutur dan aliran tulisannya yang sederhana membuat saya tidak terasa telah menyelesaikan hampir setengah buku ini (memang tidak tebal sih, hanya kurang lebih 160 halaman saja, dengan tulisan besar-besar khas terbitan HBS), dan jam sudah menunjukkan 12.30 pagi. Terus terang, buku ini enak dibaca, dan dalam waktu kurang dari 24 jam, saya sudah menyelesaikan buku ini.
Pada mulanya, saya melihat bahwa buku ini adalah bagaimana berpikir lateral untuk mencari ide-ide kreatif, seperti pada buku “Lateral Marketing”. Namun, ternyata ini lebih dari itu. Di sini Schmitt menguraikan juga bagaimana ide-ide cemerlang (yang disebutnya sebagai “Big Think”) tersebut dapat direalisasikan sebagai strategi, dan bagaimana implementasinya. Tahap pertamanya adalah mencari ide (sourcing ideas), kemudian mengevaluasinya. Langkah selanjutnya adalah membuat ide tersebut menjadi strategi dan kemudian mengeksekusinya. Seperti pada buku strategi lainnya, buku ini juga menekankan pentingnya eksekusi dan kepemimpinan dalam proses implementasi strategi. Yang menarik dari buku ini juga dijelaskan bagaimana agar strategi yang sudah dieksekusi tersebut dapat sustainable.
Dalam proses pencarian ide, Schmitt memberikan alat sederhana, namun cukup powerfull. Yang pertama adalah mengkombinasikan dan menghubungkan sesuatu yang terlihat tidak nyambung. Dicontohkan di sini adalah hubungan antara Kellog’s corn flake dengan spiritualitas. Konsep ini seperti cara mencari ide-ide melalui berpikir lateral pada buku “Lateral Marketing” karya Philip Kottler dan rekannya (sorry, namanya lupa, seinget saya orang Spanyol). Tools lainnya adalah melakukan benchmarking dengan industri lain (bukan perusahaan lain seperti benchmarking biasanya). Contohnya adalah perusahaan otomotif yang melakukan benchmarking dengan perusahaan di industri pertambangan. Tools yang ketiga adalah “killing the sacred cows”, yang saya artikan sebagai “membunuh” tradisi yang ada di organisasi yang dapat menghalangi tumbuhnay ide-ide kreatif. Kemudian tools keempat adalah keluar dari time frame kita saat ini. Contohnya adalah ide-ide retro, yang menampilkan trend-trend kembali ke tahun 80-an. Trakhir adalah “strategy stripping”, yang nantinya akan memunculkan strategi ekstrim yang lebih mendekatkan pada core dari organisasi. (bingung? Coba baca, dan jelaskan kepada saya artinya!). Schmitt juga menyarankan agar ide-ide kreatif juga lebih baik melibatkan customer loyal kita.
Setelah ide tersebut dimunculkan dan dievaluasi, langkah yang penting adalah menjalankannya. Dalam prosesnya dibutuhkan pemimpin yang memiliki nyali, semangat, dan perseverance (saya mengartikannya sebagai persistensi, atau keuletan). Hal yang paling sulit di sini adalah menjaga agar Big Think tersebut langgeng (sustainable). Untuk itu dibutuhkan orang-orang, lingkungan, dan struktur organisasi yang tepat.
Buku ini menurut saya layak dibaca dan dikoleksi, karena walaupun ide dasarnya mungkin tidak begitu “wah”, tapi tools yang diajukan oleh Schmitt cukup “doable”. Buku ini dijual di Amazon dengan harga $US 17 + ongkos kirim $10, total jenderal US$ 27, ini berarti 250 ribuan dengan kurs 9300. Kalau mau beli, bisa di toko buku Spektra MMUI atau Taman Anggrek seharga 375 ribu. Untuk anak MMUI bisa diskon 20%, berarti 300 ribu. Budget terbatas? Pinjam di perpus MMUI!

Iklan