Kita sering mendengan orang-orang yang berkata, “ah, hidup gua sih mengalir seperti air aja”. Dari sisi kepasrahan, memang pernyataan itu betul. Kita siap menghadapi hidup ini, sesuai dengan kehendak-Nya. Tapi, apakah Allah menghendaki kita hanya hidup begitu-begitu saja, tanpa perjuangan, diombang-ambing oleh kehidupan itu sendiri? Saya yakin tidak! Hidup ini adalah ujian. Kita harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan berikutnya. Nah, apakah kehidupan berikutnya dapat kita hadapi jika kita sekarang hanya mengikuti aliran kehidupan begitu saja? Mario Teguh juga menentang prinsip hidup mengalir seperti air. Tahukan sifat air? Air mengalir selalu ke tempat yang lebih rendah. Ini karena ada prinsip gravitasi. So, kalau hidup kita mengalir seperti air, berarti dari waktu kewaktu kehidupan kita akan menuju arah yang lebih rendah? Mau kah kita sperti itu? Yang lebih buruk lagi, bila ternyata hidup kita seperti air, tapi air di got, diam tidak mengalir, bau, penuh sampah. Yang pasti, kita nggak ada yang menginginkan kehidupan seperti ini, walaupun tanpa kita sadari, ternyata justru hidup kita seperti ini, mandeg, tidak ada perkembangan apa-apa, malah lebih nambah dosa-nya dari pada pahalanya. Ada juga pendapat lain mengenai aliran hidup seperti air. Ini lebih ekstrim lagi: hanya ikan mati yang begitu saja diombang-ambing oleh aliran hidup. Ikan yang hidup, justru berjuang melawan arus, tidak mau begitu saja diombang-ambing gelombang. Justru ikan inilah yang lebih sehat. So… apakah kita termasuk ikan yang sehat itu?

Iklan