Buku karya Erbe Sentanu (mas Nunu) ini adalah sequel dari buku Quantum Ikhlas yang menjadi best seller. Sebagai sequel, buku ini menekankan sisi sains dari zona ikhlas dan testimoni dari orang-orang yang mengalami keajaiban sebagai buah dari keikhlasannya.

Seperti pada bukunya yang pertama, salah satu kata kuncinya adalah kuantum, yaitu elemen terkecil yang ada di alam semesta ini, bahkan ebih kecil dari atom dan partikel. Prinsipnya adalah alam fisik yang kasat mata ternyata tidak lebih berpengaruh dari alam perasaan yang tidak kasat mata. Sementara orang sebagian besar lebih memperhatikan unsur fisik dibandingkan pikiran dan perasaannya. Dengan ikhlas, berarti kita menyerahkan segala urusan dan niat kita kepada yang Maha Kuasa. Quotes yang menarik dari buku ini adalah:

Menyerahkan urusan yang membebani kita kepada yang Mahamemberi solusi berarti mengembalikan masalah dunia yang fisikal dan rasional agar mencair kembali ke sumber kuantumnya yang spiritual penuh dengan kecerdasan. Arus baliknya adalah  hadirnya solusi dari zona ikhlas di alam kkuantum yang pada satnya akan mewujud di alam nyata

Di halaman 54,  mas Nunu menuliskan beberapa prinsip kuantum yang harus dibaca dengan perlahan-lahan dengan hati terbuka:

  1. Prinsip keterkaitan quantum entanglement menyatakan bahwa kita semua saling bertautan satu sama lain di dalam zona informasi raksasa dalam bentuk cahaya energi elektromagnetik yang tidak memiliki ruang dan waktu. Setiap atom dan sel dalam setiap makhluk hidup saling mempengaruhi satu lainnya dalam jalinan komunikasi online interaktif yang dinamis setiap saya.
  2. Terdapatnya pusat informasi raksasa yang merekam semua perubahan yang terjadi pada setiap atom di alam semesta. Pusat data ini bekerja layaknya jaringan komunikasi raksasa yang menghubungkan seluruh quanta di alam semesta untuk ‘bercakap-cakap’ satu sama lain tanpa henti 24 jam setiap hari
  3. kita dan seluruh alam sebagai bagian dari jaringan komunikasi raksasa itu di tingkat atom memiliki fungsi sebagai antena untuk menerima dan mengirim informasi dari dan ke penjuru jagat raya
  4. Kecerdasan prinsip non lokal di atas menjelaskan bahwa di tingkat kuantum semua benda di seluruh alam sesungguhnya juga berada di tempat lain pada saat bersamaan.
  5. Molekul di dalam setiap benda sesungguhnya selalu berubah stiap saat.
  6. Segala sesuatu langsung mempengaruhi segala hal lain di seluruh alam semesta secara instan dan konstan sepanjang waktu
  7. Melalui pikiran dan perasaaannya orang bisa mempengaruhi suatu partikel kuantum dan membuat atom itu berubah menjadi sesuatu yang ingin dia alami.
  8. Lewat purbasangkanya manusia sering tanpa sadar ikut menyebabkan (baca: mendoakan) sesuatu untuk terjadi dalam hidup ini.

Dan yang harus diperhatikan di sini adalah:

Semua prinsip ini berlangusng di alam kuantum dan akan lebih mudah dikelola dengan quantum tools berupa hati yang ikhlas berserah kepadat Tuhan

Di halaman-halaman selanjutnya mas Nunu menjelaskan secara ilmiah, bagaimana dengan ikhlas, manusia bisa lebih sukses. Yang menarik lainnya adalah, ternyata warisan kebudayaan Indonesia sudah menjelaskannya ratusan tahun yang lalu, dan ini ilmiah.

Selain penjelasan, beberapa cerita testimoni juga cukup menarik untuk dibaca. Namun, dengan testimoni tersebut, saya mengkhawatirkan bahwa orang berupaya untuk ikhlas agar bisa sukses. Padahal, prinsip dari ikhlas itu sendiri adalah menyerahkan dan menujukan segala aktifitas kita hanya untuk Tuhan semata. Bila kita berupaya untuk “ikhlas” demi mencapai kesuksesan, berarti itu bukan ikhlas lagi kan? Di aktifitas lain, mas Nunu bahkan berpesan agar kita harus bisa mengikhlaskan perasaan ikhlas kita. Nah, sekarang kembali kepada diri kita sendiri, apa motif tindakan kita sekarang…

Iklan