Terkadang aku merasa dunia ini (baca: manusia) bener-bener nggak adil. Mereka maunya hanya menerima yang bagus-bagus aja. Kalau memilih anggur di carrefour, pasti dicari yang paling bagus. Yang kusam, keriput, busuk, bener-bener disingkirin. Cewek yang bening dikit aja, mata-mata pada memandang lapar, ingin menerkam (kayaknya berlebihan deh..). Coba yang “kusam”. Jangankan menerkam, dipandang sekejab, langsung buang muka deh. Yang “bening” itu, pasti gampang dapet bantuan dari para cowok, apapun. Tapi yang “kusam”? Jangankan pengen ngebantuin, ngeliat aja udah segen!

Hmm…. saya menulis ini bukan karena saya bagian dari yang “kusam” itu. Karena saya justru bagian dari cowok-cowok yang memandang lapar ingin menerkam (ini juga berlebihan sih…) kaum hawa berpenampilan menarik, dan cenderung langsung buang muka kalo lihat yang “kusam”. Anyhow, semua itu manusiawi, walaupun terdengar tidak adil. Bukankah memang kita selalu mencari yang terbaik? Perusahaan selalu mencari karyawan yang terbaik, begitu juga sebaliknya. Para cowok selalu mencari cewek yang terbaik untuk jadi pasangannya, begitu juga sebaliknya. Ibu-ibu rumah tangga juga selalu mencari anggur yang terbaik untuk keluarganya, tapi nggak sebaliknya (ya iya atuh!).

Lalu, apakah di dunia ini tidak ada tempat bagi kaum “kusam”. Apakah mereka akan menjadi kaum marginal? Sebagai fitrahnya manusia mencari yang terbaik, maka satu-satunya jalan adalah menjadi lebih baik, dan terus lebih baik lagi. Supaya apa? Ya supaya kita bisa dipilih oleh orang lain. Supaya ada orang terbaik yang mau jadi pasangan kita. Supaya ada perusahaan terbaik yang mau merekrut kita. Sesuai dengan deskripsi di atas, biasanya ada hubungan timbal balik antara dua manusia (ingat kata “begitu juga sebaliknya”?). Nah, orang yang terbaik biasanya akan mendapatkan orang yang terbaik juga.

Dengan cara apa kita menjadi yang terbaik, atau setidaknya, lebih baik? Ya memaksimalkan potensi yang kita miliki, dan mengurangi kekurangannya. Tampang boleh jelek, tapi kalo otak pinter, itu bisa jadi daya tarik loh (tapi ati-ati buat cewek! Cowok takut juga sama cewek yang kepinteran loh! Soalnya nggak gampang diboongin!). Otak beku juga ok (tapi kalo bisa diencerin dikit lah), asal tampang bisa nutupin (tapi ati-ati buat cewek! Wanita cantik tanpa kecerdasan, adalah seperti pria kuat tanpa keberanian, semuanya percuma!).

Terus, gimana kalo (ngerasa) nggak ada kelebihan apapun? Tampang jelek, otak bolot, duit cekak, body pas-pasan, dll. Hmmm… galilah dirimu sedalam mungkin. Allah nggak akan mungkin menciptakan manusia seburuk-buruknya, karena Dia juga tidak menciptakan manusia yang sempurna. Coba cek dalam hati… apakah kamu juga masih memiliki kebaikan di dalam hati? Apakah kamu masih memiliki iman di hati? Apakah kamu masih memiliki teman yang setia? Kenalilah semakin dalam dirimu, karena di dalamnya pasti ada secercah kebaikan. Masih belum nemu juga? Anggap saja ini ujian, karena di akhirat nanti, pastilah ada balasan yang setimpal atas kelulusan ujianmu.

Iklan